Macam - Macam Alat Musik Tradisional dari Aceh

Indonesia diketahui mempunyai bermacam- macam kebudayaan dari Sabang hingga Merauke. Sama semacam wilayah yang lain, Aceh yang diketahui selaku rumah dari bermacam suku pasti mempunyai kebudayaan khasnya.


Perihal tersebut bisa dilihat dari perlengkapan musik tradisional Aceh yang kerap ditemukan dalam perayaan besar ataupun buat menyongsong tamu yang tiba. Berikut 7 perlengkapan musik tradisional Aceh:


Serune Kalee alat musik tradisional aceh
Serune Kalee


Serune Kalee( Serunai)

Serune Kalee ialah isntrumen tradisional Aceh yang sudah lama tumbuh serta dihayati oleh warga Aceh. Musik ini terkenal di wilayah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar serta Aceh Barat. Umumnya perlengkapan musik ini dimainkan bertepatan dengan Rapai serta Gendrang pada acara- acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Bahan bawah Serune Kalee ini berbentuk kayu, kuningan serta tembaga. Wujud menyamai seruling bambu. Warna dasarnya gelap yang guna selaku pemanis ataupun penghias musik tradisional Aceh.


Serune Kalee bersama- sama dengan geundrang serta Rapai ialah suatau perangkatan musik yang dari sejak jayanya kerajaan Aceh Darussalam hingga saat ini senantiasa menghiasi/ memberi warna kebudayaan tradisional Aceh disektor musik.


Canang alat musik tradisional aceh
Canang


Canang

Canang kayu ialah peralatan musik tradisional dari daerah Aceh Singkil yang bisanya digunakan untuk mengiringi pada pertunjukan tari tradisional untuk bermacam kegiatan perayaan serta upacara adat. Pada 2016 Canang Kayu dinobatkan selaku salah satu Peninggalan Tidak Barang asal Aceh.


Perlengkapan musik canang kayu dibuat dari kayu opsi dari tumbuhan cuping serta kayu tarok, ataupun warga Aceh Singkil biasa menyebutnya selaku kayu trep. Kayu yang mempunyai diameter 2- 3 m setelah itu dipotong kurang lebih 40 sentimeter. Kemudian kayu tersebut dibelah jadi 2 bagian. Nantinya yang dimainkan terdapat 3- 4 kayu dengan panjang yang sama. Tidak asal seleksi, nyatanya kayu- kayu yang terbuat jadi perlengkapan musik tradisional diseleksi dengan begitu cermat sampai melahirkan kayu dengan nada yang harmonis kala dipukul.


Arbab alat musik tradisional aceh
Arbab


Arbab

Arbab merupakan sejenis perlengkapan musik yang mirip dengan biola. Perlengkapan musik Arbab terbuat dari tempurung kelapa, kulit kambing, kayu serta dawai. Sedangkan busur penggeseknya dibuat dari kayu, rotan ataupun serat tanaman. Terdiri dari 2 bagian, ialah instrumen induk yang diucap arbab serta menggeseknya yang diucap Go Arbab. Metode memainkiannya merupakan dengan metode menggesekkan Go Arbab ke dawai yang ada pada instrumen induk. Tipe musik yang memakai Arbab dipertunjukkan pada dikala acara- acara hiburan rakyat, kegiatan kesenian wilayah, kegiatan pasar malam, serta lain sebagainya.


Bangsi Alas alat musik tradisional aceh
Bangsi Alas


Bangsi Alas

Bangsi Alas merupakan tipe perlengkapan musik awal yang hendak dibahas. Perlengkapan musik yang satu ini dimainkan dengan metode ditiup. Terdapat 7 lubang nada di bagian badan bangsi alas, sehingga wujudnya kurang lebih sama semacam seruling.


Perlengkapan musik ini umumnya digunakan buat mengiringi penampilan tari Londok Alun. Bangsi Alas dibuat dari bahan bambu serta telah tumbuh pesat. Asal wilayah dari Bangsi alas merupakan Alas, terletak di daerah Aceh Tenggara.


Rapai alat musik tradisional aceh
Rapai


Rapai

Rapai sejenis perlengkapan instrumen semacam gendang. Rapai dibuat dari bahan kayu keras serta kulit lembu. Kayu yang umumnya dipakai merupakan kayu nangka yang dibulatkan serta terbuat lubang dibagian tengahnya yang diucap baloh. Baloh terbuat dengan wujud bundar tabung pendek yang wujud bundaran atasnya lebih besar daripada bundaran bawahnya. Kulit lembu digunakan buat menutup baloh bagian atas yang dibalut dengan rotan selaku penjepit( sidak) serta selaku pengatur tegangan kulit. 


Nah itulah 4 Alat Musik Tradisional dari Aceh yang dapat saya sampaikan pada artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah informasi dan wawasan untuk kita semua.